Dari The Beginning karya Rabindranath Tagore
(dibacakan padanya kira-kira 5-6 tahun lagi)

“Dari mana asalku, di mana kau mendapatiku?” tanya bayi itu pada ibunya.

Ibunya menjawab, setengah menangis dan tertawa, seraya mendekap

sang bayi di dada—

“Kau tersembunyi dalam hatiku atas keinginannya, Sayang.

Kau ada pada boneka-boneka mainan masa kecilku; ketika tiap pagi

kubuat patung dewa dengan liat, kuciptakan pula sosokmu

yang belum sempurna.

Kau dikekalkan bersama dewa pelindung bait kami, dalam penyembahannya

aku memujamu.

Dalam seluruh harapan dan kasihku, di hidupku, di kehidupan

ibuku kau telah hidup.

Dalam pangkuan roh yang mendiami rumah kami kau telah

lama diasuh.

Di masa gadis, ketika jiwaku menyibak kelopak-kelopak bunga itu, kau mengudara

sebagai wanginya.

Rapuh lembutmu bertumbuh dalam tubuhku yang belia, seperti binar

di angkasa sebelum terbit matahari.

Buah hati pertama milik surga, seperti cahaya pagi, kau

telah merintangi arus kehidupan dunia, dan akhirnya

terempas ke jantungku.

Saat kutatap wajahmu, menyeluruh mukjizat padaku; kau yang kepunyaan

seluruh alam telah menjadi milikku.

Kudekap kau erat di dada sebab takutku akan kehilanganmu. Sihir

mana yang telah menjerat perhiasan dunia ini ke dalam lengan

lampaiku?”